Tetap Semangat, Jenderal!!!
Senin, 13 Juli 2009
Pilpres telah 3 hari berlalu tapi KPU belum bisa menentukan / mengumumkan secara resmi pemenang pilpres. Tapi mungkin kita jadi terbiasa dengan kondisi seperti itu, menunggu hasil penghitungan dari KPU yang lamaaaa..tapi nanti ujung-ujungnya hampir sama juga dengan hasil quick count.
Tapi disisi lain, quick count juga tidak bisa digunakan sebagai acuan resmi bahkan untuk mengucapkan ’selamat’ kepada pemenang (yang saat ini dianggap sebagai pemenang) sekalipun. Karena itu jangan heran bila ada salah satu capres/cawapres yang belum terlihat mengucapkan ’selamat’ kepada capres/cawarpres yang menang versi quick count. Karena itu ya, masih baru hasil quick count.
Jika melihat proses pilpres itu sendiri ternyata masih jauh dari sempurna atau paling tidak memang tidak ada kemauan untuk membenahi atau memang sengaja dibuat utnuk tidak beres supaya menghasilkan pemenangan kandidat tertentu.
Seperti dikatakan Prabowo, paling tidak ada 25juta atau 20juta atau paling tidak sudah 5juta data DPT yang amburadul sudah jelas terlihat saat kubu Prabowo membantu membenahi DPT dari soft copy yang baru dibuka/ dipublikasi kira 2 hari sebelum pilpres. Padahal soft copy tesebut sudah diminta sekitar sebulan sebelum pilpres. Jadi, logikanya..bagaimana bisa menghasilkan pemenang pilpres yang valid jika data yang digunakan sendiri tidak valid alias acak adul?.
Seperti dikutip seorang anggota DPR, Ganjar Pranowo mengatakan, saat ketua KPU dengar pendapat di depan komisi II, ketua KPU mengatakan, “DPT sudah beres dan tidak bermasalah.” yang ternyata semua itu bohong besar, dan terbukti setelah soft copy dibuka.
Belum lagi masalah dilapangan pada hari H pencontrengan, yang kertas suara sudah ditandailah..di nomor tertentu, yabg nyontreng 2 kali lah..
Maka marilah kita melihat proses keseluruhan, bukan cuma pada hasilnya.
Dan maka wajar jika kubu Mega-Prabowo akan mengajukan gugatan ke MK tentang proses pilpres yang carut marut ini. Dan tidak mengherankan jika Prabowo menarik ucapannya, bahwa dia orang pertama yang akan memberi selamat kepada pemenang pilpres ini. Itu hanya terjadi jika pilpres ini digelar dengan beres dan rapi serta tidak ada indikasi kecurangan.
Bagi Prabowo, kalah dalam pilpres kali ini tidak jadi soal, toh SBY pun sudah habis jatah 2 periode. Nah tinggal kubu Prabowo konsolidasi untuk pilpres 2014.
Maju terus..tetap semangat Jenderal !!
Diposting juga di Politikana dan Kompasiana


0 komentar:
Posting Komentar