REALITY SHOW..REAL atau Cuma SHOW..??
Jumat, 22 Mei 2009
Reality show sebenarnya hanya berupa sebuah hiburan semata yang sudah dibumbui dengan berbagai dramatisasi atau pengadeganan, dengan mengikuti skenario yang tujuannya adalah untuk menarik penonton sebanyak-banyaknya. Perlu adanya sentuhan dramatis agar lebih menggigit ditontonnya.
Jika sebuah acara reality show di buat tanpa pengadeganan sama sekali maka MUSTAHIL ! Sebab jika bener-benar real semuanya, maka acara itu tidak akan bertajuk reality show lagi tetapi mungkin lebih tepat akan menjadi acara DOKUMENTER
Selama nama acaranya itu reality show, tentunya tidak akan murni real sama sekali ! Dalam arti kata mungkin ada yang real tetapi ada juga yang di dramatisir. Tergantung sekarang berapa persen perimbangannya. Apakah lebih besar kebohongannya atau yang benarnya. Jika ada sebuah stasiun TV yang ngotot mengklaim reality shownya asli beneran seluruhnya maka sebaiknya tajuk acaranya diganti aja dengan DOKUMENTER
Beberapa acara reality show Indonesia yang masih bisa disebut real atau persentase kebenarannya lebih besar dari dramatisasi atau kebohonganya, adalah : BEDAH RUMAH, UANG KAGET, TOLONG dll.
Sebab ada banyak hal yang benar-benar dilakukan disana : seperti membantu orang yang tidak punya untuk memperbaiki rumah mereka dll. Tetapi memang ada sedikit dramatisasi/sedikit kebohongan yang tidak akan nampak jika kita menontonnya dilayar kaca. Misalnya : waktu pembangunan rumah yang sebenarnya tidak betul harus 12 jam seperti itu. Membangun rumah bukanlah hal yang mudah, makanya diperlukan waktu yang cukup lama.
Bahkan, masih ingat dulu ada acara HIPNOTIS ROMY RAFAEL di SCTV ? Bermula dari rasa penasaran ketika ada artikel yang bersaksi bahwa dia pernah dibayar untuk berpura-pura di hipnotis dalam acara itu, maka kami pun tertarik mencari tahu lagi. Suatu ketika dalam artikel yang mewawancarai salah satu tim produksi acara itu menyebutkan: "Menghipnotis orang tidaklah bisa dalam waktu singkat seperti yang ada dalam tayangan itu dan itu juga diakui oleh mas Romy sendiri kok". Jadi bukan hanya dgn menjentikkan jari langsung si target terhipnotis begitu.
Intinya, apakah ini semua palsu (fake) ? Jawaban dari tim produksinya : "Ya,...sebagian besar memang fake karena mereka harus mengejar jam tayang setiap minggunya. Namun ada juga yg beneran yang sebenarnya butuh waktu lama. Makanya Romy akan menghipnotis orang itu 2 jam sebelumnya. Lalu ketika hipnotis sudah bekerja barulah syuting dilanjutkan lagi. Yang tayang di TV nanti yang sudah di edit seakan-akan Rommy hanya menjentikkan jari seketika itu juga si target terhipnotis !"
Persentase antara orang yg bener-benar dihipnotis dengan yang fake adalah banyakan yg difake supaya memudahkan produksi cepat kelar beberapa episode dalam sehari. Makanya banyak aktor dadakan yang dibayar untuk berpura-pura terhipnotis. Ilmu hipnotis Romy Rafael tentunya memang berbeda dengan ilmu hitam yg digunakan para penjahat buat menghipnotis korbannya di terminal-terminal. Kalau itu kan mereka menggunakan jampi jampi atau jimat sementara Romy tidak.
Ada juga beberapa reality show yang ketahuan banget bohongannya seperti acara yang ada di SCTV kayak pacar pertama, backstreet dll. Bahkan reality show di Trans TV pun ada beberapa yang ketahuan banget bohongnya bahkan bisa jadi full skenario.
Tahukan anda bahwa sebenarnya beberapa reality show di AMERIKA pun sebenarnya banyak yang bohongan? Hanya saja mereka lebih pintar menggarapnya sehingga tidak keliatan bohongan.
Sebuah acara infotainment disana yang bertajuk :"100 secrets of hollywood" telah membuka rahasia ini dengan menyebutkan bahwa acara THE BACHELORETTE (acara seorang cewek yg nyari pasangan cowok buat nikah) dan beberapa acara reality show lainnya seperti SURVIVOR ternyata penuh dengan FAKE alias kebohongan !
Contoh yang berhasil ditunjukkan adalah adegan ketika para peserta acara SURVIVOR tsb akan menuju camp nya dari sebuah tempat yang jauh. Dalam tayangan yang disaksikan penonton dibuat dan di dramatisir seakan-akan para peserta berjalan dengan susah payah dan kelelahan. Yang sebenarnya diperlihatkan dibalik layarnya, mereka enak-enakan naik mobil kru kameramen dll. Begitupula ketika ada adegan mereka kelaparan. Mana mungkin kru disitu tega melihat mereka kelaparan sementara kru makan terus ?
Hanya yang cukup salut, pembuat acara ini berhasil membuat seakan-akan para peserta itu bener-bener terdampar dipulau itu tanpa ada kru sama sekali. Pemirsa tidak merasakan adanya kehadiran kru disana. Padahal ketika diperlihatkan dibalik layarnya ternyata kru yang syutingnya segambreng ada diantara mereka.
Selain acara SURVIVOR, acara FEAR FACTOR pun sebenarnya juga tak luput dari beberapa adegan dramatisasi meskipun banyak pula adegan yg bener asli. Salah satunya yaitu pada saat adegan si peserta yang kalah berjalan pulang menjauhi kamera. Adegan tersebut sudah didramatisir seakan-akan yang kalah harus pulang jalan kaki padahal tempat itu sepi tidak ada kendaraan lewat. Efek dramatisasi tersebut membuat penonton percaya itu beneran. Selain itu, ada lagi beberapa adegan tertentu yang berbahaya tidak sepenuhnya dilakukan seperti yang terlihat dilayar, semuanya sudah dalam proses cut dan editing sehingga terasa mengalir
Reality show PIMP MY RIDE di MTV yang jadi kegemaran banyak anak muda yakni tentang menyulap mobil busuk jadi keren. Ini banyak sekali FAKE nya meskipun memang benar mereka mereparasi mobil menjadi bagus itu benar. Bahkan para pemainnya sudah membeberkan rahasianya secara terbuka, dan sudah pernah diulas disebuah majalah besar di Indonesia (Majalah HAI edisi 3 tahun lalu). Salah satu kebohongan mereka adalah ketika adegan mengerjakan mobil-mobil tersebut. Sebenarnya yg mengerjakan mobil-mobil itu adalah para montir yg bener orang bengkel. Sementara si aktor yg bergaya rapper itu hanya berakting saja. Mereka lalu baca skenario saja menjelaskan seakan-akan itu ide mereka.
Scene adegan meeeting menentukan bagaimana design mobil juga penuh pengadeganan. Intinya itu dibuat seperti sebuah sinetron yang diambil satu persatu shot-nya. Bahkan banyak adegan salahnya ketika mereka salah ngafalin skenarionya. Dibuat skenarionya si A jago merubah velg, si B jagonya mendesain interior dan seterusnya. Waktu pengerjaan mobil sendiri sebenarnya lebih lama ketimbang yang disebutkan di acara. Yang kasiannya tidak pernah diperlihatkan para montir yang susah payah ngerjain mobil itu sehingga penonton mengira yg mengerjakan adalah beberapa aktor yg jago nge-rap itu. Biasanya yang ditampilkan di TV seakan akan hanya satu atau dua orang pekerja saja yg mengerjakan padahal yang sebenarnya itu mobil dikeroyok rame-rame sama para pekerja bengkel asli dan prosesnya lama sekali.
Ada lagi yang terungkap, ketika acara 100 secrets of hollywood mewawancarai pemenang acara THE BACHELORETTE yang katanya kini sudah menikah yakni Trista dan Ryan yg didapat dari acara tersebut dan juga mendapat hadiah sejuta dolar menurut acara itu. Wartawan menanyakan rahasia dibalik reality show ini. Namun si Trista berkata : "Sesungguhnya uang untuk menutup mulut kami lebih besar daripada hadiah yang kami dapatkan dalam acara ini". (Dia menggunakan bahasa kiasan untuk menolak bicara dengan wartawan)
Dari sini sudah bisa disimpulkan bahwa ada sebuah rahasia besar dalam dunia reality show ini. Yang pasti si cewek tetap tidak mau membeberkan rahasia sebenarnya dan apakah beneran mereka mendapatkan hadiah sejuta dollar itu ? Sama halnya dengan di SURVIVOR hadiah sejuta dollar tetap dipertanyakan oleh para wartawan apakah hanya bohongan aja ? Sampai sekarang semua pemenangnya tidak ada yang mau jawab.
Kesimpulan : Baik di Indonesia maupun di luar negeri sama-sama menggunakan skenario dan pengadeganan dalam reality shownya..hanya saja yang membedakan adalah : para aktor luar negeri lebih pintar berakting meyakinkan pemirsa bahwa itu bukan akting alias real ketimbang aktor di Indonesia yang ketahuan sekali aktingnya kaku sehingga tidak bisa menciptakan kesan real pada otak penonton. Kasarnya soal menipu penonton, lebih hebat sutradara dan aktor luar negeri.
APAKAH BERARTI INI MEMBOHONGI PENONTON ???
Selama mereka berbohong dengan tujuan untuk menghibur (tidak ada tujuan lain) sebenarnya sah sah saja dan tidak apa apa kok....yang penting acara itu bisa menghibur. Sebab, selama ini sebenarnya semua tayangan yang kita nonton pun sekalipun itu bukan reality show kan dibuat dengan membohongi kita.
Contoh :
Ketika kita menonton sebuah film superhero, dan melihat jagoan kita bisa terbang atau melayang seperti Spiderman, bukankah itu sesuatu kebohongan juga? Lalu kalau itu kebohongan efek grafis atau tipuan kamera belaka, mengapa penonton malah senang dan terhibur tanpa merasa dibohongi? Hanya bedanya memang sudah sadar sedari awal kalo itu hanyalah sebuah film yg didramatisir.
Lalu mengapa kita tidak protes ? Jawabannya adalah : Karena kita memang butuh dihibur sekalipun harus dibohongin dengan trik-trik perfilman. Kita nangis menonton sebuah film padahal kita tahu itu hanya pura-pura saja alias akting, karena kita memang ingin ditipu dengan akting yg menghibur sehingga membuat kita menangis. Kita ketakutan dengan film horor padahal kita tahu itu setan bohongan dgn trik-trik film. Tapi memang penonton seneng ditipu seperti itu, yang penting terhibur
Intinya, selama reality show itu tidak bertujuan negatif untuk merusak keyakinan, kampanye terselubung, politik dll...sebenarnya tidak perlu dipersoalkan lagi... Toh tujuan mereka hanya satu : untuk menghibur
Kalo ada yang bilang mengapa mereka tidak jujur saja mengakui atau memberi tanda bahwa acaranya itu bukan real pada penonton ? Jawabannya adalah : jika dikasih tahu itu bohongan dari awal pastinya tidak akan seru lagi deh acara itu. Sebab acara jenis ini sudah mempunyai genre sendiri. Sekali lagi, jika acaranya itu sudah 100 % real maka tidak kan disebut reality show lagi tetapi akan disebut sebagai DOKUMENTER
REALITY SHOW menjadi seakan akan real gara-gara penontonlah yg mengklaim dan menganggap itu beneran ! bukan dari produser ataupun TV tersebut. Bahkan bukan hanya acara TV saja yang bisa diklaim real oleh penonton


0 komentar:
Posting Komentar